Tuhan..
Mengapa harus ada banyak hal yang berbeda di dunia ini? Kalau Kau ciptakan kami dengan jenis kelamin yang berbeda, itu dapat kami pahami. Kau beri cinta dan seisi jagat raya ini kepada kami, itu pun dapat kami mengerti. Bahkan tak menjadi masalah saat Kau ciptakan kami dengan berbagai wujud dan sifat yang berbeda, karena itulah kami dapat saling melengkapi. Namun.. Mengapa di saat semua telah seperti satu paket yang lengkap, Kau uji kami dengan satu hal. Hal kecil namun tak dapat ditaklukkan. Dan juga tak dapat menaklukkan segala yang telah ada.
Tuhan..
Kami merasa apa yang kami miliki masing-masing adalah yang paling benar. Di satu sisi kami memang egois karena tak ada yang mau mengalah. Saling membela diri dan menguatkan apa yang telah dipercayai selama ini. Selalu begitu. Bertukar sejilid buku tebal berisi pedoman hidup. Sering kali ia berkata, "ku simpan ini disini ya, coba dibaca, aku tidak memaksa kau untuk mempercayainya, hanya baca dan pahami." Selalu begitu, tanpa terasa waktu semakin berlalu. Hingga sampai pada angka terbilang tahunan selama itulah kami bertahan. Bukan hal baru bila bercekcok karena suatu hal yang tidak sama ini. Terus sabar dan memahami, hanya itu kunci kami. Terus berjalan bersama, dalam hitam dan putih. Seakan tak pedulikan segala hambatan yang ada. Hanya saja selalu berharap keajaiban akan datang pada kami. Sebuah impian besar yang selalu terucap dalam doa kami masing-masing. "Suatu saat kami dapat bersatu dalam satu hal yang tidaklah berbeda lagi." Akan tetapi mungkin inilah garis Tuhan yang tak bisa dibelokkan. Segala ketulusan yang kami miliki tidak membuahkan hasil yang manis. Segala jalan tak lagi dapat menemukan titik akhir. Sampai akhirnya kami sadari. Bahwa mungkin Kau tak izinkan kami bersama di atas perbedaan ini.
Tuhan..
Aku menyayanginya.. Aku ingin hidup bersamanya seperti orang lain hidup berpasangan pada umumnya. Jika Kau izinkan ia menjadi milikku kembali dan untuk selamanya, tolong goreskan garis jodoh untuk kami. Di atas kebahagiaan abadi, yakni dalam persamaan, bukan perbedaan. Namun jika Kau tak inginkan perbedaan ini melebur menjadi satu, biarlah ini hanya menjadi suatu kisah tentang dua hati yang tak pernah bisa menyatu.
Terimakasih Tuhan..
Karena semua ini kami dapat belajar ikhlas. Kasih yang abadi ialah kasih yang tak akan memaksakan sesuatu yang sangat sulit untuk diubah, dan demi menghormati apa yang diyakini oleh pasangan kami. Di atas perbedaan, namun kami percaya Kau itu satu. -vey-



0 comments:
Post a Comment